Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Kunci Kebahagiaan Ala Aa Gym


Kemarin sore Ditjen Anggaran ngadain kajian Ramadhan, yang ngisi Aa Gym. Kesempatan emas untuk ngeliat langsung tokoh agama nih. Niat awalnya memang udah salah hehehe. Acara diawali dengan shalat ashar, dan ceramahnya dimulai setelah shalat berjamaah.

Di ballroom gedung Dhanapala ini, kenorakankupun merajalela dan membabi buta. Uda datengnya telat (aku shalatnya di gedung Djuanda), nyelonong duduk di depan pula. Abis itu sempat-sempatnya aku nodongin BB and ceprat-cepret Aa 4 kali. Hahaha, namanya juga orang desa, biasanya kan liat Aa cuma di tipi doank gitu. Sadar ga ada yang senorak aku, akhirnya aku anteng lempeng ikutan dengerin tausiyah Aa. Fakta-fakta yang berhasil aku dapetin dari Aa Gym adalah:
  1. Ganteng, booo' Aa ga pake surban, peci, apalagi bandana gitu . Jadi beneran keliatan secara keseluruhan. Pantesan teh Rini jatuh cintrong ama beliau...hmmm
  2. Sederhana, liat deh penampilan doi. Biasa aja, santai beud. Ga kayak dai2 ato ustad2 yang sekarang lagi laris manis di TV. Sadar ga sih, ustad2 sekarang agak alay?
  3. Adem, dengerin tausiyahnya di tv aja uda bikin adem apalagi live? Uda balroomnya ac-nya kenceng plus suara Aa yang medok sunda bertone rendah. Duuh...jadi ngantuk *lho
  4. Easy listening and understanding, materi yang disampein Aa tuh mengena banget. Ga melulu kutip ayat and hadist. istilah gaulnya happening banget gitu. Yang hadir kemarin kan ga hanya pejabat yang tuir2, tapi juga pegawai baru yang masih cimit2 and imut2 macam awak hehehehe . Nah bahasa yang digunain, contoh kasus, juga style Aa mampu merangkul segala usia, segala kedudukan, segala gender. Aa mengkritik kebiasaan buruk bapak-bapak yang ngerokok, tapi juga ga lupa nyindir para wanita yang doyan shopping. Imbang, ga menggurui, mengajak berpikir dan merenung bersama, menempatkan semua manusia pada derajad yang setara. Mungkin itu yang ga dimiliki ustad lain kali yaa....
  5. Santun, apa yang anda harapkan dari Aa Gym selain kesantunannya yang...hmmm...patut diteladani? Ada ibu-ibu yang minta foto bareng Aa setelah pengajian bubar. Tapi dengan candaan renyahnya Aa menolak dengan halus. Halus banget malah menurutku. Aa menyalami hampir semua bapak-bapak yang hadir sepertinya. Ramah banget. Pokoknya ... gitu deh.
  6. Yang terakhir, Aa ga setinggi yang aku kira. Tingginya mungkin sekitar 160 cm-an. Beneran lho...kamera memang menipu   
 
Mengesampingkan semua di atas, Aa Gym menyampaikan materi yang sangat erat berkaitan dengan tauhid kita yaitu ikhlas. Dalam film Kiamat Sudah Dekat, tema utamanya juga tentang keikhlasan. Bahkan di film tersebut dikatakan bahwa Ikhlas adalah ilmu tertinggi yang paling susah untuk dicapai. Aa Gym memberikan langkah-langkah tentang ikhlas ini; Pertama, jangan ingin diketahui oleh orang lain. Kedua, jangan ingin dilihat oleh orang lain. Ketiga, jangan ingin dipuji. Keempat, jangan ingin dihargai. Kelima, jangan ingin dibalas budi.

Beberapa celetukan Aa yang membuatku berpikir adalah "Yang benar itu mencari rejeki atau menjemput rejeki?" Dari sejak lahir sampe sekarang kita selalu dilimpahi rejeki untuk tetap hidup. Sepiring nasi beserta lauk pauknya aja kalo ditelisik kan berasal dari antah berantah yang jauh dari kita. Jadi mengapa kita khawatir dan bergantung pada kekayaan, jabatan atau orang? Rejeki sudah disediakan oleh Allah, tugas kita adalah untuk menjemputnya dengan benar.Meyakini bahwa hanya Dialah tempat bersandar. Ketika hati sudah benar-benar yakin, maka keikhlasan akan menyertai.

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment