Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Rampok di Siang Bolong

pic is taken from here

Kawan, apapun bisa terjadi di Jakarta. Tingkat kriminalitas di ibu kota sepertinya sudah ga bisa dinilai dengan angka-angka semata. Random, terjadi dimana-mana, di setiap sudut kota. Tuntutan hidup yang tinggi juga sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, tidak seimbangnya populasi penduduk kota dengan jumlah aparat penegak hukum dan keamanan membuat kriminalitas meluas dan merajalela tak terkendali.

Kosku yang terletak di kawasan penduduk rapat tak luput dari tindak kejahatan. Kali ini modusnya "mencari kos-kosan". Jadi ada dua pasang laki-laki dan perempuan [jumlahnya empat orang kan?], ngakunya nyari kos-kosan siang-siang sekitar jam 11-an. Satu pasang pertama kita sebut saja pasangan A, sepasang berikutnya kita sebut pasangan B. Nah, pasangan A ni minggu kemarin uda pernah ke kos. Dan kali ini mereka bilang mo jadi nempatin kamar yang minggu kemarin uda diliat.

Pasangan B belum pernah ke kos, mereka minta ditunjukin kamar-kamar yang masih kosong. Penjaga kos [perempuan/bagian bersih-bersih] yang polos dan sama sekali ga menaruh curiga, nganterin pasangan B ini ke lantai 2. Sayangnya mbak penjaga kos membiarkan pasangan A tetep di lantai 1. Karena kamar kosongnya ada dua yaitu di lantai 2 dan lantai 3, maka pasangan B ini minta ditunjukin kamar yang di lantai 3.

Di saat penjaga kos dan pasangan B di lantai 3 inilah pasangan A beraksi. Jendela kamar dicongkel paksa kemudian salah satu dari pasangan tadi [dugaanku sih yang perempuan] masuk ke dalam kamar dan mencari benda berharga. Itu mereka lakukan disemua kamar di lantai 1 dan 2. Total kamar yang dibobol adalah 6 kamar. Tapi untunglah dari sekian kamar tersebut hanya satu kamar yang kedapatan menyimpan uang tunai di dalam lemari. Karena yang diincar adalah uang tunai dan jam tangan. Barang-barang berharga seperti benda elektronik tidak diambil [mengingat modus dan waktu yang sempit].

Sementara pasangan A menggasak dan mengacak-acak kamar yang kosong ditinggal pemiliknya kerja, pasangan B dan penjaga kos ngobrol di lantai 3. Pasangan B berusaha ngajak ngobrol selama mungkin dengan penjaga kos. Tak lama kemudian pasangan A memanggil penjaga kos dari lantai 1, dan penjaga kos juga pasangan B pun turun ke lantai 1. Mereka kemudian berpamitan dan janji akan menghubungi lagi.

Penjaga kos ga curiga sama sekali karena jendela yang dicongkel tadi [di lantai 1] ditutup kembali dengan cara diganjal sobekan kertas kecil. Jadi sepintas ga ketahuan kalo tu jendela habis dibuka paksa. Kejadian itu baru terbongkar ketika salah seorang penghuni lantai dua yang jeli langsung histeria menyadari bahwa kunci jendelanya rusak [patah] dan terbuka sore-sore sepulang kerja. Maka hebohlah kami, yang belum pulang langsung ditelponin biar cepet pulang. Pemilik kos ditelpon. Bahkan akhirnya kami melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Mbak penjaga kos ikutan histeris, satu per satu penghuni yang kamarnya kebobolanpun berdatangan, karena memang waktu itu jamnya orang pulang kerja. Alhamdulillah hanya satu orang aja yang nyimpen uang di lemari, sementara yang lain ga ada yang nyimpen uang di kos. Duh, menjelang lebaran gini, para penjahat mulai beraksi. Serem abis, untungnya ga ada korban jiwa. Berabe kan kalo misalnya mbak penjaga dibekap, dikunciin dalem kamar mandi sementara kawanan perampok itu leluasa membongkar semua kamar kos.

Jakarta, semakin tampak mengerikan di mata saya...


Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment