Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Bermain Bara


Seorang perempuan secara tak sengaja berteman dengan sahabatku, kemudian pertemanan itu menjadi akrab. Si perempuan terperanjat ketika menyadari bahwa sahabatku tadi mengenal mantan kekasihnya. Sebut saja si perempuan dengan nama Dina, Sahabatku bernama Dewa dan mantan kekasih Dina bernama Fandi.

Maka Dina pun menceritakan kisah kasihnya bersama Fandi. 

Dina dan Fandi bertemu dalam sebuah kelas kuliah yang sama, tempat Kuliah Kerja yang sama, dan akhirnya mereka pun sepakat untuk memadu kasih atas nama cinta. Dina sangat menyayangi Fandi dan begitu pula sebaliknya. Dina gemar sekali pada sebuah klub sepak bola internasional dengan seragam Biru Hitam. Mungkin itu yang membuat Dina begitu istimewa di mata Fandi.

Dimana ada Dina, disitulah ada Fandi. Kedua orang tua mereka sudah sama-sama merestui, tak ada halangan apapun yang membendung cinta kasih mereka berdua. Dina merasa Fandilah yang akan menemaninya menghabiskan usia, merenda masa depan dan mencipta bahagia bersama. Kalo Dina sakit, Fandi akan dengan setia menungguinya berjam-jam bahkan sampe pagi menjelang. Ibunda Dina bahkan telah memasrahkan Dina kepada Fandi. Dina bercerita, betapa sayangnya ibundanya pada Fandi.

Hingga suatu hari, Fandi bertemu Kinanti, seorang mahasiswi fakultas yang sama dengan Dina dan Fandi. Kinanti beberapa tingkat di bawah Dina dan Fandi. Tak hanya di kampus, Fandi juga merupakan senior Kinanti di sebuah organisasi intra kampus. Entah bagaimana ceritanya, Fandi jatuh hati pada Kinanti. Anehnya, Fandi dan Dina tetap berjalan seperti biasa, hubungan mereka masih seperti sebelumnya. Seperti tak terjadi apa-apa. Dina tak tahu menahu soal Kinanti dan juga sebaliknya Kinanti tentunya tak pernah tahu menahu soal Hubungan Dina dan kekasih barunya; Fandi.

Fandi mendua, menduakan hatinya pada dua perempuan yang membelit hatinya. Cinta apakah yang Fandi miliki di hatinya. Suatu hari Dina mengetahui Fandi mendua, sakit dan perih begitu hebat mengguncang bathin Dina. Guncangan itu menjadi luka psikologis yang mengganggunya melebihi penyakit fisik. Dina berkali-kali jatuh sakit. Ketika Fandi datang, sakit itu hilang secara ajaib. Dina mengaku, Fandi adalah segala-galanya baginya. Dia tak dapat melepaskan Fandi dari dirinya. Hubungan mereka sudah terlalu jauh dan mendalam. 

Melihat Dina yang kian melemah, Fandi tak tega melepaskan Dina. Maka Dina dan Fandipun tetap berkomunikasi dekat sampai detik ini. Sulit menggambarkan perasaan Fandi saat ini. Kepada siapakah cintanya berlabuh? Berulangkali Dina mencoba mengikhlaskan Fandi pergi, tapi berulangkali pula dia gagal. Tak ada seorangpun yang mampu menggantikan Fandi di hatinya. Kerap kali dia memajang foto mesranya dengan Fandi di facebook maupun BBM. Dia masih menyayangi Fandi sampai detik ini.

Bagaimana dengan Kinanti? Dina yakin bahwa Kinanti tak tahu kalau Fandi masih berkomunikasi aktif dengannya. Masih memperhatikannya seperti dulu, masih merengkuh cintanya seperti dulu. Dewa mendengarkan keluh kesah Dina dengan seksama. Prihatin dan juga terkejut yang Dewa rasakan. Bagaimana bisa seorang Fandi tega memperlakukan seorang Dina sampe sedemikian rupa? Tapi Dewa tak dapat berbuat apa-apa selain menjadi pendengar setia Dina. 

Fandi, sadarkah dirimu...ada dua hati yang sedang kau sakiti pelan-pelan disana?

*Untuk yang suka bermain bara..

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment