Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

I N C U N A B U L A

Incunabula*, baik yang nyata ataupun yg imaginer, keduanya sudah tak punya wibawanya sama sekali. Incunabula sejati mungkin hanya bisa kita saksikan dengan gamblang di hari akhir nanti.

Incunabula di dunia sudah mengalami banyak renovasi di sana-sini sesuai dengan kepentingan penggunanya. Ada yang ditambah, ada pula yang dikurangi. Dipasangi hiasan berlapis emas agar tampak menarik dan tak ketahuan ketidakakuratannya.

Sadar atau tidak, setiap kita punya incunabula sendiri-sendiri. Melakukan perubahan sedikit-sedikit, menimang-nimangnya sejenak, kemudian meletakkan beban di kedua dudukannya untuk menakar mana yang lebih berat. Sisi mana yang akan diambil untuk diperjuangkan.

Incunabulaku, berwarna merah hati bertaburkan manik-manik merah muda dengan dua dudukan flat berbentuk kotak digantung rantai keperakan setiap sudutnya. Ada tulisan hitam glossy di atas ukiran sebentuk pita di ujung tuas utama yang berbunyi "Takarlah dengan nurani yang bening."

*bahasa Latin untuk "timbangan", tapi pada zaman sekarang kata tersebut hanya digunakan untuk buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 1500.

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment