Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

[Kos] Campur

pic is taken from here

Kalo aneka buah dicampur, dikasih susu kental manis, sirup dan es batu rasanya pasti mak nyuss...Apalagi aneka sayuran hijau, tempe, tahu, cingur dicampur dengan bumbu kacang plus petis item jadi rujak cingur ditaburi kerupuk udang atau keripik melinjo...pasti rasanya sedap

Tapi apa jadinya kalo ada kosan yang ... campur???

Kosan campur, dihuni cewek dan cowok, bukan hal baru bagiku. Di Jember dan Jogjakarta tempat aku kuliah dulu juga ada yang begitu. TAPI menjadi hal yang mencengangkan ketika aku harus pindah kos dan hunting kosan baru [di Jakarta], dari sekian kos-kosan yang aku survey, 99% kosan campur! Rasanya hopeless banget deh...

Bukan sok suci, sok bersih atau sok keren, aku baru sekali aja ngerasain kos campur yaitu kosan terakhirku di Jogja. Tapi campurnya disini bukan campur cewek cowok, tapi campur dengan keluarga. Jadi ada dua kamar [dari 5 kamar] yang disewa oleh sebuah keluarga. Aku pikir rasa dan suasananya pasti beda banget dengan kos campur cewek-cowok yang masih single. Resiko pelanggaran zona privasi akan sangat tinggi dan tentu saja mengkhawatirkan.

Beberapa kos campur yang aku survey, kebersihannya bener-bener di level NOL. Aku menyebutnya kumuh dan lebih ekstrim lagi kayak kandang. Ada puntung rokok tercecer di mana-mana, sepatu berantakan bahkan hanya ditumpuk sekenanya aja dalam kardus. Sampah juga berserakan, entah karena dikacauin sama kucing atau memang penghuni kos yang apatis. Belum lagi ada bau yang aneh-aneh di udara, kamar mandi juga digunakan bersama...iiihhh....jijay bajaj [ga bermaksud generalisasi kalo cowok tu jorok]. Dan yang paling mengerikan buatku adalah, tu kosan bener-bener campur secara harfiah. Jadi random gitu penempatan kamarnya, kamar A isinya cowok eh sebelahnya [Kamar B] isinya cewek. Ga habis pikir, apa enaknya sih ga punya privasi gitu?

Ini uda hari ketiga perburuanku, tapi masih aja belum ada kos yang cocok, khususnya kos cewek. Para pemilik kos di Jakarta rata-rata hanya   profit oriented aja [menurutku], pasalnya mereka ga peduli mo kosannya jorok kek, mo ada yang berbuat aneh-aneh kek [padahal ada peraturan dari RT, RW, Kelurahan yg ditempel di dinding/pintu setiap kamar], yang penting income lancar. Padahal setiap kos selalu dilengkapi dengan penjaga yang bertugas sebagai tukang bersih-bersih, cuci gosok dan juga kolektor uang kos. Yang punya kos? Mereka ga tinggal di rumah kosnyalah, kos-kosan merupakan salah satu ladang investasi minim cost pengeluaran bagi mereka. Taunya beres.

Jakarta memang keras, bahkan untuk mencari kos-kosan yang "normal" aja kayak nyari jarum dalam setumpuk jerami yang tertimbun tanah. Susyeeee minta idup. Orang terpaksa harus melabrak norma atau prinsip demi mendapat hunian [baca:kos] yang deket tempat kerja, minim ongkos dan murah. Aku belum siap untuk menjadi seperti itu, aku masih pingin hidup "normal" seperti sebelumnya. Ya Allah, tolongin aku dooonk...masa iya ga ada kos-kosan khusus cewek untukku. Satuuu aja...Please...

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment