Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Bioskop vs Masjid

Sudah sepuluh hari Ramadhan berlalu, dan sepuluh hari juga aku mengamati nuansa Ramadhan di sini [Jakarta]. Jakarta, aku ga tau berapa jumlah umat Islam disini, tapi aku sempat melakukan semacam mini riset kepada orang-orang yang aku kenal di sini khususnya mereka yang sejenis denganku; pendatang. Dan hasilnya sungguh di luar dugaan. Hampir 3/4 dari responden mengaku ga sempat shalat tarawih. Alasannya pun beragam, ada yang ga keburu, ada yang capek, ada yang kejauhan sama masjid, dan yang paling parah adalah terlanjur buka di mall jadi sekalian nonton aja. Secara di mall kagak ada masjidnya gitu...

Bioskop memang sedang jadi primadona sekarang. Gimana enggak, wong polemik pajak dan bea cukai film ini baru aja mencapai kata sepakat. Jadi mulai akhir Juli, masyarakat uda bisa kembali menikmati film-film Hollywood macam Harry potter, Transformer 3 dll. Timing-nya pas banget, bulan ramadhan. Seperti jerawat yang meletus, animo penontop bioskop udah ngalahin antrian sembako gratis aja. Rame banget. 

Di Jakarta, anda ga bakal kaget dengan "kerusuhan" penonton. Tapi yang membuatku miris adalah ketika teman-temenku sendiri juga begitu, padahal mereka ga di Jakarta...hahahaha kiamat uda dekat pemirsa...baiklah, tarawih butuh sekitar sejam dan itu rasanya lamaa banget. Tapi kalo di Bioskop, "tarawihnya" bisa dua jam, dan rasanya cepeeet banget. Ga heran, banyak yang pilih "tarawih" di bioskop aja. Meski bayar and lama, berasanya cepet selesai ga bete. Hhh...manusia...manusia...

Menertawakan diri sendiri gampang ya...? Hahahahaha

Kenmochi Chiemi

No comments:

Post a Comment