Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Dibalik Kesalahan Ada Kesadaran

Hari ini saya diingatkan oleh pengalaman berharga seorang teman sekantor. It is human who makes mistake, right? Manusia punya keterbatasan sehebat apapun dia, sehingga sangatlah manusiawi jika seorang manusia membuat kesalahan dalam hidupnya.

Di unit tempat saya bekerja salah satu tugasnya adalah membuat siaran pers mengenai kebijakan Menteri. Nah, teman saya (sebut saja Senja, nama disamarkan) mendapat tugas tersebut. Senja juga pegawai baru sama seperti saya, dia pintar, cantik dan menyenangkan. Hari itu load kerjaan dia memang lagi tinggi-tingginya. Ada beberapa pekerjaan yang harus dia handle secara bersamaan.

Siaran Pers yang kami buat tidak serta merta langsung diupload ke portal kementerian, prosesnya tidak sesimple wartawan media cetak maupun online. setelah selesai disusun, siaran pers itu akan diperiksa sampai tiga kali, mulai dari eselon 4 (kasubag), eselon 3 (kabag), sampai yang terakhir adalah eselon 2 (kepala biro/karo). Mekanisme ini memang diciptakan untuk memperkecil tingkat kesalahan baik konten, pemilihan kata maupun tanda baca.

Kembali ke Senja, pekerjaan Senja sudah rampung. Maka Siaran Pers (SP) buatannya pun melewati serangkaian mekanisme tadi. so far so good, dan SP tersebut diupload ke portal kementerian. Keesokan harinya terjadilah kegemparan di ruangan kami, pak Karo memanggil Senja. Ternyata ada kesalahan kecil namun fatal pada SP buatan Senja. Anehnya, tak seorangpun dari 3 lapis pemeriksa (yang saya sebutkan) mengetahuinya. Kebijakan Menteri yang berlaku sejak bulan X 2010- bulan Y 2011, tertulis bulan X 2011-bulan Y 2011. Hanya penulisan tahunnya saja yang salah.

Tidak ada peringatan super kasar dari kepala biro kami, atau kabag kami. Beruntung Biro ini berisi orang-orang yang bijaksana dan intelek. Jadi semuanya diselesaikan dengan baik, elegan dan tanpa kepanikan berlebihan. Kesalahan sepele itu menjadi sangat fatal karena SP ini berhubungan dengan kebijakan yang berkekuatan hukum dan mempengaruhi orang banyak tentunya. Kesalahan sekecil apapun akan berefek tidak baik bagi masyarakat.

Tak hanya Senja, seluruh pegawai di unit ini pun tersadarkan bahwa kami harus hati-hati dalam bekerja karena sedikit kesalahan akan berdampak luas di masyarakat. konsekuensi humas memang berat.

Pelajaran yg dipetik hari ini adalah konsentrasi, fokus dan sungguh-sungguh mutlak diperlukan dalam dunia kerja. Apalagi jika pekerjaan anda menyangkut kepentingan orang seIndonesia Raya ini. Berusahalah bekerja dengan sempurna. terima kasih teman, kesalahanmu tidak mustahil menjadi kesalahan kami juga suatu hari nanti. Tapi berkat kamu, kami tersadarkan untuk lebih berhati-hati dan lebih mempertajam kemampuan diri. Semoga tidak ada lagi kesalahan - kesalahan yang kita buat di masa yang akan datang.

No comments:

Post a Comment