Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Tanda Tanya: "Masih Pentingkah Kita Berbeda?"

Jumat (15/4/2011) siang tadi, massa Front Pembela Islam (FPI) bergerak menuju ke kantor harianRepublika dan Lembaga Sensor Film untuk menyayangkan beredarnya film tersebut ke masyarakat luas. Beberapa poin di dalam film, seperti penampilan murtadnya salah satu sosok dan adegan lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan akidah Islam, menjadi penyebab pergerakan massa FPI tersebut. (Kompas.com)

Membaca judulnya saja sudah banyak mengandung tanya dan kontroversi. Saya sudah menonton film ini kemarin siang. Setelah menontonnya saya jadi sedih dengan keadaan negeri kita ini. Terbayang dulu pada masa penjajahan, bagaimana para pejuang yang berasal dari berbagai suku, agama dan etnis berjuang mati-matian tanpa meributkan dimanakah mereka menyembah Tuhan. Apakah di masjid, gereja, vihara atau pura. Kemerdekaan merupakan visi dan misi yang paling utama ketimbang soal perbedaan. 

Setting film ini diambil di kota Semarang, Jawa Tengah. Ada yang pernah ke Semarang? yup, di kota lumpia ini dapat kita temui berbagai klenteng, gereja maupun masjid. (mo narsis dulu ah, berikut tempat-tempat ibadah yang pernah saya kunjungi di Semarang)

Gereja tua G.P.I.B Immanuel ------------>










Pagoda Avalokitesvara-Watu Gong
Nah, film ini mengisahkan kehidupan keluarga-keluarga yang hidup berdampingan dalam lingkungan plural (dikelilingi oleh masjid, gereja dan klenteng). Keluarga pertama adalah keluarga Tan Kat Sun, pengusaha restoran Cina. Keluarga penganut Budha ini memiliki kesadaran dan rasa toleransi yang sangat tinggi terhadap tetangga, pelanggan maupun pekerjanya yang berbeda agama. misalnya; dia menyediakan menu yang halal di restorannya, alat masaknya dipisah untuk babi dan non babi, memasang tirai ketika bulan ramadhan, menyediakan waktu untuk pekerjanya yg muslim melaksanakan shalat, bahkan mereka menjawab salam yang selalu diucapkan oleh Menuk (pegawai).

Keluarga kedua adalah keluarga Rika, seorang perempuan yang memutuskan untuk bercerai karena tidak setuju dipoligami. Rika kemudian pindah keyakinan ke Katholik. Namun dia tetap membiarkan anak semata wayangnya, Abi, memeluk agama Islam. Abi tetap mengaji, shalat dll bahkan Rika masih mengajari Abi melantunkan doa-doa sesuai dengan agama Islam. 

Dan keluarga yang terakhir adalah keluarga Menuk dan Sholeh. Menuk adalah pegawai loyal restoran Tan Kat Sun. Soleh, suami Menuk, sangat cemburu kepada Ping Hen/ Hendra, anak Tan Kat Sun karena memang sebelum menikah dengan Soleh, Menuk pernah menjalin hubungan kasih dengan Hendra. Karena keyakinan yang berbeda, Menuk pun memilih mengakhiri hubungan itu.

O iya, hampir ketinggalan. ada tokoh yang paling saya suka di film ini; Surya. Seorang pemuda muslim yang bersedia memerankan tokoh Yesus dalam drama paskah, Yosef dalam drama natal dan Santaclause yang menghibur seorang anak yang sedang dalam keadaan kritis. Karakter Surya sangat bagus dan natural sekali. banyak perilakunya yang so daily dan tentu saya kadang-kadang menimbulkan tawa.

Menurut saya, film ini sangat edukatif terutama buat kita yang masih muda. kenapa? generasi muda Indonesia sekarang disinyalir mudah terkontaminasi jalan pikirannya dengan hal-hal yang kurang baik, dalam hal ini perbedaan. Berapa banyak pemuda kita yang direkrut teroris untuk misi bom bunuh diri? Berapa pemuda/i yang dicuci otaknya bahwa berbeda itu haram, najis dan harus jihad untuk menyeragamkan keyakinan?? Percuma kita mendengungkan kerukuran beragama jika dalam sehari-hari masih saja mencemooh agama lain, menganggap dan menilai agama lain lebih jelek. Kerukunan beragama yang telah dibangun dengan darah pendahulu cepat atau lambat akan lenyap tergantikan amarah menyala-nyala.

Saya  jadi malu dengan realitas ini, sepertinya kita memang sudah lupa bahwa pendahulu kita selalu menjunjung tinggi rasa toleransi dan perbedaan tanpa mengurangi atau menambah esensi dari setiap keyakinan. Bukankah negeri ini dibangun di atas perbedaan?? Lantas kenapa sekarang kita meributkan perbedaan? Mengutip dari Yenni Wahid dalam kompas.com "Masih banyak tugas sosial lain yang bisa kita urusi"

Bagimu agamamu dan bagiku agamaku, sebaiknya kita memaknai keragaman dan perbedaan ini dalam kasih sayang dan bingkai toleransi yang tulus. 


Saya bangga menjadi orang Indonesia yang plural tapi tetap damai! 

6 comments:

  1. SETUJUUU Indonesia emank negara yang terdiri dari ebrbagai macam suku bangsa dan agama bukan hanya agama lgan jg g da yg larang kan??
    kenapa FPI mala bkin pusing XP



    PS : lagunya bkn versi guitar hero tapi dari
    versi FunTwo cek aj d youtube (bukti)

    The Azure Team
    Azure°Sky

    ReplyDelete
  2. Ehmmm.... Setiap film pasti selalu membawa pesan. Dan setiap pesan akan ditangkap berbeda-beda oleh para penontonnya. Pesan yg saya terima mungkin bisa dikatakan berbanding terbalik dg pesan yg njenengan tangkap. Semua tergantung penafsiran kita dan (lagi-lagi) standar mana yg kita pakai untuk menganalisisnya.

    Bagi sy film ini sangat vulgar sekali dalam menyampaikan gagasan pluralisme. Pasti sampean ingat kata2 dalam film ini “... semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.” Ini adalah gagasan Fritjof Schuon tentang Penyatuan agama2 pada satu titik, yg sudah pernah sy tulis dalam Standar Kebenaran.


    "Berapa banyak pemuda kita yang direkrut teroris untuk misi bom bunuh diri? " Sy yakin ketika sampean ngomong teroris, yg ada dibenak adalah orang2 Islam. Padahal teroris itu ada dimana2, tidak peduli agamanya apa. Selain itu, banyak hal2 yg ditungganggi kepentingan politik. Sampean mungkin sudah tahu betapa banyak kejanggalan dalam kasus Ba'asyir, bom Bali, bom Utan kayu, dll. Silahkan cari2 datanya.

    "Berapa pemuda/i yang dicuci otaknya bahwa berbeda itu haram, najis dan harus jihad untuk menyeragamkan keyakinan??"
    Sy kira sampean berlebihan. Tidak pernah ada yg mengatakan bahwa berbeda itu haram dan najis. Dalam Islam, sesuatu yg diharamkan itu sudah diatur dg jelas, Misalnya memakan babi, minum khamr, zina, dsb. Tidak pernah ada yg namanya jihad untuk menyeragamkan keyakinan. Yg ada adalah jihad untuk mempertahankan keimanan dan keyakinan. Itu pun masih dg berbagai syarat dan ketentuan2.
    Dalam Al-Qur'an jg sudah dijelaskan bahwa Agama yg benar hanyalah Islam. Sy rasa itu sudah jelas. Jd gak perlu diperdebatkan.

    Masalah toleransi dan kerukunan umat beragama saya setuju. Yg penting tidak saling mencampuradukan agama. Dalam film ini sudah jelas sekali pesan yg dibawa. Apalagi sosok Surya.

    Mengomentari kata2 Yenni Wahid. Setiap masalah tentu saja akan selalu ada. Memang masih banyak masalah sosial yg harus diurus tapi bukan berarti kemudian meninggalkan urusan agama. Agama tidak bisa dipisahkan dari hal apapun. Kalo sudah dipisahkan, nanti jadinya sekuler. Dalam Islam itu tidak diperbolehkan.

    Oh ya,"Saya bangga menjadi orang Indonesia yang plural tapi tetap damai!" Yg dimaksud pluralitas atau pluralisme? Kita memang harus menghargai pluralitas tapi bukan pluralisme agama. Waduh, kepanjangan. Masih banyak hal2 yg pengen tak tulis seputar film itu. Besok tak tulis di blog aja kalo sempat :D
    Kalo gak males juga ngetik banyak2.

    ReplyDelete
  3. @Harajuku_Armys: iya, saya adalah salah satu orang yang sampai hari ini ga ngerti apa sebenarnya maksud dan tujuan didirikan organisasi ini (FPI)..kok ya isinya kekerasan mulu..soal lagu saya penggemar musik ini (gemar gila deh).kl dengerin musik ini semangat jadik naik berlipat2. trims ats koreksinya tp yg ada di mp3-codes.com judulnya ini so i just take it hahaha.eniwei, do i know you?

    ReplyDelete
  4. @ Malik
    “... semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.” aku setuju dg ini. biarlah mereka yang meyakini cara lain dalam menyembah Tuhan melakukan dg caranya asalkan mereka tidak memaksakan caranya kepada kita. konsep bagimu agamamu dan bagiku agamaku itu sangat brilian. Nabi Muhammad emg brilian kn? hehe

    menempatkan diri sbg org awam (mmg aku awam dlm hal ini)teroris yg beraksi di negeri ini = orang2 Islam. itu yg bikin sedih Lik,knp sih mereka2 yg jd teroris di Indonesia tuh mesti pemuda/i muslim?ini lingkup indonesia lik,meskipun tujuannya politik atau apalah diluar agama, atributnya tetap agama Islam kan?Mereka teriak Allahu Akbar sebelum meledakkan gedung dan merampas nyawa orang2 disekitarnya. aku ga terima Tuhanku dinilai serendah itu di negeri ini.

    jihad, najis dan menyeragamkan agama, ok mungkin ini berlebihan. tapi aku punya teman yg meski sesama muslim dia menganggap kami yg diluar "aliran" dia adalah najis dan = kafir. mungkin Islam punya >73 aliran di seluruh dunia, kalo sesama muslim aja dianggap kafir dan najis, gmn dg yg non muslim?kita ga berhak donk memaksakan keyakinan kita kpd penganut lain. misalnya orang Hindu minum arak, apakah kita berhak memaksa mereka untuk g mnm arak?

    ok, aku juga meyakini kl agama Islam itu paling benar, tp ga perlu juga lagi menganggap agama lain jelek. agama lain memang tdk benar di mata kita, tp ya jgn dijelek2in donk. biarkan mereka dg keyakinan mereka.yang aku maksud plural disini tu beragam dalam aspek yg luas Lik, ga hanya keyakinannya aja yg banyak tapi jg suku,ras, bahasa dll. hyaa jd latah kepanjangan komennya..hahaha oke dewh..diskusi kita lanjudken di blogmu ya :D

    ReplyDelete
  5. Ya Allah, Mbak. Sy td sudah nulis comment panjang bgt. Sekarang kehapus semua gara2 laptopku error. Kecewa berat aku. Rasane hati seperti ditusuk2 jarum. Dada sesak. Gak bisa menggambarkan kekecawaan dan sakit hatiku. Besok mending tak nulis di word dulu baru diposting. Mau nulis lg sudah lupa. Nasib :(

    ReplyDelete
  6. jiaah...begitulah menulis, deritanya tiada akhir hahaha. untung bukan nulis skripsi ya Lik, cb kl karya ilmiah yg km tulis, bisa bunuh kecoa kali hahahaha. yauda gpp, hikmahnya adalah *mikir* ... tetap semangat menulis dan kl niat komennya panjang sebaiknya ditulis di word dulu. oya satu lg, instal ulang lappy-mu.wkwkwkwk :)

    ReplyDelete