Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

maboy


Ada sebuah cermin yang teronggok sendirian di tengah aula berbentuk oval. Cermin itu nampak usang, berpinggiran emas, ukirannya berlekuk indah. Tingginya sekitar dua meter, lebarnya satu setengah meter, cukup untuk memandang seluruh ragamu.

Tak ada penerangan yang menyorot cemin itu, hanya seberkas sinar dari atap aula yang terbuat dari kubah kaca. Sinar yang hanya mampu digantikan oleh sang surya: rembulan. Remangnya cahaya rembulan yang jatuh tepat di permukaan cermin itu menimbulkan efek puitis cermin. Cermin itu terlihat berkilau diantara gelap, meski debu menutupinya tipis-tipis. 

Seorang malaikat bersayap patah sebelah sedang berdiri termangu didepan cermin itu. Sayapnya terluka dan berdarah ... keperakan. Dipandanginya pantulan dirinya satu per satu, dia seperti mencari sesuatu...sesuatu yang lama ia pertanyakan dan perdebatkan dengan nuraninya sendiri. 

Sepasang kakinya kokoh, tubuhnya menjulang sempurna, bahunya kekar, tangannya liat, semuanya tampak tak bercela. Hanya sebelah sayapnya saja yang baru saja patah, tak seluruhnya tapi cukup kentara terlihat dari kejauhan ... timpang. Lalu dia bertanya pada bayangannya " Seandainya aku tak menerima Keangungan cintaMU kepadaku, apa yang akan terjadi kepadaku?? " 

Dia menunduk, mencengkeram angin kemudian sekali lagi berkata "Seratus kehidupan telah aku lalui, aku ingin menjadi yang berbeda. Aku ingin mencicipi kesalahan sedikit saja, sekali saja."

Cermin, ukirannya indah, berkilau dan bermandi cahaya bulan, diam membisu menjadi saksi mati si malaikat yang sedang tersapu badai hatinya. Yang sedang meratapi dirinya, dengan mencoba menjadi sosok lain. Yang tak percaya bahwa dirinya sungguh istimewa. Cermin, memandang malaikat yang kini berlutut dan tertunduk dalam, tak lagi berani menatap bayangannya sendiri di hadapannya. Sepertinya dia mulai menitikkan air mata, memeluk lututnya di bawah sinar rembulan malam yang senyap. 

Andai saja cermin mampu berkata, maka dia akan mengeluarkan suara "Wahai malaikat tangguh, tak seharusnya kau bertindak bodoh dan putus asa dengan melukai dirimu sendiri. Lihattak sadarkah dirimu bahwa dirimu sudah sangat luar biasa dan berbeda. Kamu istimewa. Janganlah kau racuni dirimu. Berdamailah dengan semua kepedihan, tantanglah semua nasibmu di depan."

No comments:

Post a Comment