Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Di Sebuah Telaga

Edisi blue spark


Di sebuah telaga yang sejuk, kupilih sebuah batu yang letaknya dibawah pohon yang daunnya rimbun, teduh. Tak ada hal khusus yang aku lakukan di sana. Riak air yang tenang, udara yang segar serta kawanan kijang yang mampir sebentar untuk melepas dahaga menjadi alasan kenapa aku gemar membuang waktuku di sini.

Tapi kali ini, aku acuh pada mereka. Yang kubutuhkan hanya air bening yang menenggelamkan bebatuan ini. Kupandangi pantulan diriku di air yang nyaris tak bergerak itu. Itukah aku?

Sekelebat peristiwa bermunculan, satu per satu. Bayangan ilusi itu seperti nyata dan aku menikmatinya. Sampai di satu titik, aku terhenti lama. Tiba-tiba aku ingin menderita amnesia. Lupa pada semua yang pernah terlewati. Karena dengan begitu I wouldn't get the bleeding cut again. Cermin itu pun memburam, mataku tergenang oleh air...aku tak sanggup lagi menatap "cermin" itu. Tubuhku terguncang pelan.

Aku biarkan air ini jatuh bergabung dengan air telaga tanpa suara. Telaga ini telah membuatku tak dapat bersembunyi lagi dari perubahan dan gejolak hati. Telaga ini mengijinkanku untuk sejenak bercermin. Wajah ini terlihat merona kala disulut cinta, menangis saat bathin kehilangan kata dan cahaya, memerah saat dihinggapi amarah. Dia bersuara apa adanya..sesedehana itu. Tak perlu sembunyi-bunyi apalagi berpura-pura acuh saat peduli.

Sungguh, aku ingin amnesia saja.

No comments:

Post a Comment