Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Perlukah pendamping dalam Zikir ?

Edisi curhat



Kemarin sore sebelum jam kantor usai, seorang teman bertanya padaku, "Bahaya nggak sih kalo kita berzikir tanpa ada pengawasan atau mentor?". Kuhentikan sejenak kegiatan ketik mengetikku di komputer dan beralih fokus ke temenku ini. "Maksudnya?" kataku. "Tadi gue bertemu Bapak-bapak gitu, negur gue kalo berzikir harus ada yang ngawasi. kalo ga bisa gila," begitu temenku curhat.

Topik ini jelaslah masuk ranah agama, dan aku sadar diri aku bukan ahli dalam bidang itu. Maka seperti biasa aku mencoba mengurai lagi "masalah" temenku tadi. "Trus efek omongan Bapak tadi ke kamu apa?" kataku. "Ya kan selama ini gue berusaha berzikir terus," jawabnya. Aku buru-buru menimpali, "Tujuan kamu zikir tu apa?". Kemudian temenku tadi mengaku kalo selama ini dia merasa tipe orang yang cepet panik dan kalut. Dia berharap dengan berzikir akan sedikit mengurangi sifatnya tadi, menjadi pribadi yang lebih tenang. 

Sekali lagi aku bertanya,"Tujuanmu udah bagus, trus masalahnya dimana?". Dia menjawab, "Kalo misalnya gue berzikir terus-terusan sampe ribuan kali gitu apa gue ga bakalan gila?". Oalah, ternyata itu masalahnya "takut".

Karena aku bukan ahli agama maka aku cuma ngasih pandangan dari sesama orang yang belajar agama. Aku bilang ke temenku ini bahwa zikir itu bisa diartikan macem-macem, ada yang ngartiin doa, terapi jiwa, alat untuk mempertajam intuisi dan konsentrasi, untuk pengobatan bahkan yang paling mengerikan [bagiku] untuk jimat. "Islam itu fleksibel", aku setuju banget dengan kutipan tadi. Islam itu ga ribet, manusianya aja yang bikin ribet. 

Semuanya bertunas dari niat, jika niat zikir itu untuk menenangkan gejolak emosi maka lakukanlah untuk itu. Pasrahkan pada Allah melalui zikir tadi karena hanya Dialah yang berkuasa untuk membuat kita up or down. Masalah ada orang yang gila karena zikir, menurut aku itu bukan zikirnya, tapi karena niat dan tujuannya bukan lagi pada Allah. Katanya ada orang yang berzikir sampe 1000 kali trus bisa melayang...hmm...sebaiknya kita belajar lagi soal meditasi dan berapa lapis alam yang akan terlewati dalam meditasi tersebut. Maka akan terjawab kenapa orang tersebut "merasa" tubuhnya melayang. 

Sekali lagi, aku bukan ahli agama. Tapi agama juga bisa dinalar dan dilogika dalam beberapa hal. Semoga pertukaran pendapat atas zikir tadi bisa membawa manfaat buat kami. Dan kalaulah ada kesalahan, semoga Yang Maha Tau akan segera memberikan pencerahan. Jadi perlukah pendamping dalam berzikir?? Biarkan urusan ini menjadi ranah diri anda dengan Dia semata saja.

*Hanya orang Gila yang menganggap banyak berzikir mengakibatkan Gila!

2 comments:

  1. Islam itu mudah, jgn dipersulit... Tapi dzikir emang bisa bikin gila kalo sebelumnya ga nraktir teman2nya. Wkwkwk.

    ReplyDelete
  2. hakakak....opo hubungane zikir karo traktiran coba *jadi curiga jgn2 Malik lagi gila kebanyakan zikir xixixi*

    ReplyDelete