Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Gerimis itu puitis

Sejak masih imut, balita sepertinya, aku sudah gemar "nonton" gerimis. Menahan diri untuk tidak berlari keluar dan menyambut serbuan gerimis dari langit adalah hal yang paling menyebalkan. Bundaku sangat keras melarangku untuk bermain bersama gerimis, "nanti sakit!" begitu kata beliau. Potensi untuk melakukan pemberontakan ternyata udah tampak padaku sejak kecil. Begitu bunda tidur, aku pun mengendap-endap, lompat jendela dan voilaaa....berlarian bersama gerimis...menyenangkan hakakakak.

Dulu aku pernah bertanya pada bundaku, bagaimana bisa langit memuntahkan air? Apakah langit juga suka menangis? Kenapa langit nangis? Langit dicubit ya sama Allah [secara kalo aku nakal, hukumannya selalu cubit]? Bundaku hanya menjawab, Allah menugaskan langit untuk memberi kita air. Hanya begitu saja.

Kian dewasa aku semakin suka pada gerimis. Aku sudah tau asal muasal si gerimis, tapi semakin aku tau semakin aku suka. Perpaduan antara ilmu agama dan ilmu fisika...membuahkan rasa takjub yang luar biasa. Gerimis menjelma seperti seorang putri yang sedang menari, melakukan perayaan akan milyaran berkah dari Tuhan melalui tetesan-tetesan lembutnya. Diam-diam aku suka ngobrol dengan gerimis, seperti "eh tahan dulu ya, tunggu aku sampe rumah. setelah itu baru deh panggil teman-temanmu yang lebih banyak [hujan maksudnya]". Dan ajaibnya si gerimis menurut...meski tak selalu nurut siyh hehehe.

Aku tak pernah tau filosofi gerimis itu apa. Seorang ustad/guru ngajiku dulu pernah bilang, salah satu momen atau waktu untuk berdoa yang paling diijabahi adalah gerimis, saat air baru turun dan menyentuh bumi. Kenapa? Karena bersamaan dengan butiran-butiran air itu ada para malaikat yang diutus Allah untuk membawa berkah buat manusia dan semua makhlukNya di bumi. how beautiful is that, right?

Mungkin para malaikat itulah yang membuat suasana gerimis begitu indah dan puitis. Aroma tanah yang baru tersiram air, dinginnya udara dan atmosfer yang berubah bisa menuntunku memasuki alam imaji yang lain. Sambil melihat gerimis, kadang aku sering membuat permohonan kepada Tuhan...so far, Dia sangat baik dan mau mengabulkannya. Tak jarang, gerimis mampu membuat berbagai macam ide berlompatan keluar tak perlu dipaksa. Pokoknya, gerismis tu keren deh. Bisa meluluhkan hati yang sedang tegang, marah atau bete. Ga percaya? coba deh sekali waktu ada gerimis, jangan menggerutu, nikmati dan rasakan betapa syahdunya puisi mereka...

Aku punya mimpi, suatu saat nanti bisa ngerasain gerimis di Eropa sana...pasti super kereen...

No comments:

Post a Comment