Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!

Sindrom Pensiun

Edisi Curhat
 
Aku dapet curhatan lagi ... menarik. Sebelumnya aku sangat bersyukur ini tidak terjadi padaku, tapi pada orang lain. Semoga aku tidak pernah ngalamin ini. Amin

Temenku, sebut saja si Joko, ini punya atasan yang dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki masa pensiun. Joko bertugas sebagai jurnalis instansi kami. Jadi dia kerjanya udah kayak belalang tempur gitu, menclok sana, menclok sini. Pagi dimana, sore dimana [dimana donk???]. Nah, dalam sistem dan aturan kerjanya, setiap melakukan tugas peliputan dalam dan luar kota akan selalu ada uang transport. Somehow, awal-awal dia memang mendapatkan uang transport itu. Tapi beberapa bulan terakhir dia sama sekali ga mendapatkan haknya. So, sering dia pake uang sendiri untuk naik taksi atau nebeng siapa gitu. Yaa..kalo sekali si ga papa n ga seberapa kali ya, nah kalo saban hari kan bisa jebol juga kantong. 

Nah, anehnya, si ibu atasan Joko ini punya kebiasaan janggal. Setiap uang perjalanan dinas cair, dia bakal ambil tu uang, trus dia potong sesukanya, baru deh dikasih ke anak buah. Bahkan lebih ekstrim, kadang dia ambil semuanya. Sebagai bawahan yang masih baru masuk, baru beradaptasi, tentung Joko ga tau apa-apa dan meskipun tau, dia juga ga bisa berbuat apa-apa.

Apakah ini sindrom pensiun? mungkin saja, karena si ibu atasan ini juga gemar nyempilin diri ke kegiatan unit lain yang sama sekali bukan areanya. Aji mumpung, mumpung jadi atasan, mumpung masih bisa jalan-jalan ke luar atas nama tugas/ dinas. Padahal, doi juga cm ikut-ikutan doang. Lha iyalah, kalo tugas liputan, yang ngeliput kan pasti anak buah. Atasan cuma nonton doank.

Si ibu ini boleh dibilang sedang galau. kayaknya belum ikhlas kalo mo pensiun. Tapi apa iya sindrom ini bakal jadi menakutkan dan berdampak pada yang masih "waras"?

bersambung soalnya mo berangkat ke citarik nih...

[update] Oke aku lanjutin, informasi yang aku dapet si ibu atasan Joko bakal pensiun per 1 Agustus ini..hoolooh..pantesan aja doi getol banget pingin ikut ke Bogor and Citarik kemarin. Padahal disana doi cuma duduk-duduk aja, trus cuma setengah hari. Aneh banget, surat tugasnya ga setengah hari kan. tapi dua hari! Aku prihatin sama si Joko, sebagai sesama pegawai baru..tentunya kita punya semacam ikatan bathin gitu dengan teman.

Mencoba menganalisa, apakah orang yang bakal pensiun itu demikian? Sikapnya jadi lebay, alay trus sadis. Yang dulunya kayak robot, tiba-tiba akan mangkrak dari keteraturan. Perlu konsultasikah para nearly pension/retired worker ini? Sederet sikap yang extraordinary tadi malah dianggap sebuah kewajaran. Meskipun banyak pihak yang tersakiti, terampas hak-haknya. Yup, harusnya memang ada program konsultasi ke seorang psikolog atau psikiater sekalian buat mereka yang mo pensiun. Hal ini untuk menghindarkan adanya perubahan sikap yang esktrim sesaat menjelang pensiun dan setelah pensiun.

To Joko, my men, sabar yo fren...counting down aja and semoga penggantinya jauuuuuuuh lebih baik. Amin

1 comment:

  1. hampir terkena post power syndrome mungkin :p

    ReplyDelete