Karena manusia memiliki rasio maka ia bisa menjadi poros alam. Jangan mau dikalahkan oleh keadaan. Bermimpi dan berjuang seterusnya, selamanya!
Ini salam perpisahanku untukmu. Sedalam apapun rasa,pada akhirnya juga harus berujung, terpaksa dan dipaksa berhenti sampai di sini. Aku, sekali lagi terlalu dalam menyimpan ini untukmu. Terlalu dalam sampai tak mampu disimpan lagi. Cinta adalah interaksi antara aku dan kamu. Tak mungkin akan tercipta sempurna jika hanya ada aku saja atau kamu saja. Aku memilih menjadi tuna netra meski mataku baik-baik saja. Rasa ini membuatku menjadi orang yang seharusnya memilih obat merah bukannya air garam untuk mengobati luka.

Kalo boleh aku akan simpan ini sendiri, melindunginya dari terpaan angin, deraan hujan. Kuanggap kamu tak pernah ada setapakpun dalam hidupku, begitu juga aku, aku akan pergi seterusnya dari bagian hidupmu. Kupikir kamu takkan merasakan perbedaan dan perubahan apapun sepeninggalku. Karena aku memang tak pernah ada. Tak pernah ADA.

Begitu banyak yang aku ingin bicarakan denganmu, banyak yang ingin aku bagi bersamamu. Banyak sekali. Tapi mungkin ini memang sudah saatnya.

Selamat tinggal matahariku, bersinarlah, berpendarlah selalu untuk semesta.

Air kehidupan akan terus mengalir. Dan aku senang menjadi setetes air yang menguap hilang tanpa jejak.

Satu kehormatan yang terlalu besar untuk bisa mencintai seperti ini..

*Sebuah surat lama, antik dan hampir tekoyak terlipat sekedarnya di dalam laci rumah berhantu

No comments:

Post a Comment